Me, My Self, Si M.U.I Dan Si M.U.S.I
( Bag.1)
Akhir-akhir ini Ane makin sering mendengar kalimat bahwa M.U.I mengeluarkan fatwa bahwa sebuah produk haram di konsumsi oleh “Ummat Islam” atau suatu aliran adalah “SESAT & MENYIMPANG” dari “Akidah Islam” . Saya jadi sering bertanya-tanya didalam hati, Siapakah Si M.U.I ini ? Hingga begitu hebat dan saktinyanya dapat memberikan Fatwa dan Stempel “Hallal atau Haram” dan “Aliran Sesat/Menyimpang atau Aliran Islam Yang Benar.”
Setelah Ane memberanikan diri bertanya kepada tentangga kanan dan kiri rumah Ane, jawaban yang ana peroleh bermacam-macam. Ade yang bilang Si M.U.I anak Haji Entong bin Toing, ada yang bilang Si M.U.I itu tukang jaga malem di kampung sebelah, dan segerombolan preman tukang mabok yang biasa mangkal di perempatan jalan ke rumah Ane juga memiliki jawaban laen (dan aneh bin ngaco menurut Ane) ketika Ane tanya siapa Si M.U.I : “Ano Bang, Si M.U.I itu nama Genk…Kite-kite yang suka nongkrong neh anggota M.U.I (Mabok Untuk Isirahat)”….Hik..Hik..Hidup M.U.I (jawab mereka setengah FLY).
Karena ngerasa Ane kurang pas dengan jawaban-jawaban mereka, ruang lingkup bertanya Ane perluas ke tingkat kelurahan, setelah Ane timpe seorang petugas Arsip Kelurahan dengan sebungkus Dji Sam Soe akhirnya sambil membolak-balik arsip ke Pendudukan petugas Kelurahan tempat Ane bertanya tersebut berkata
“ Ma’af Bang, Ane nga nemu catatan ada warga kelurahan sini yang namanya M.U.I ” dan bisa di tebak hasilnya pun kurang memuaskan (menurut Ane).
Dalam perjalanan pulang setelah seharian bertanya kesana-kemari dengan hasil “NOL BESAR”, Ane singgah di Kios Koran pertigaan gang masuk ke rumah Ane. Setelah menyruput segelas teh botol dingin, mata ane tertuju pada sebuah koran yang Head Linenya “ M.U.I Bogor Mengelurkan Fatwa………………”.
Dengan rasa penasaran dan harapan mudah-mudahan Ane bisa tau siapa sebenarnya Si M.U.I akhirnya Koran tersebut berpindah tangan ke Ane ( tapi sebelumya DUIT Ane dulu berpindah tangan ke tangan Si Penjaga Kios).
Hampir setengah jam kata demi kata Ane baca dengan teliti, akhirnya Ane pahan kalo Si M.U.I yang selama ini Ane cari-cari adalah bukan nama Orang tetapi nama suatu organisasi yang artinye : “MAJELIS ULAMA INDONESIA”…OoOo… itu toh artinye (kate ane dalem ati). Tapi, Ane piker-pikir lagi siapa sih ULAMA yang ada di sono, Ane koq nga pernah denger. Iseng-iseng Ane tanya si penjaga kios Koran di depan Ane:
“Bang, Tau Nga siapa aja Anggota M.U.I ?” Kate Ane.
“Apa’an ? M.U.I ? Pasti Grup Band Baru ya ?” Jawab si Penjaga Kios dengan yakin.
“Bukan grup band, tapi Majelis Ulama Indonesia” Jawab Ane setengah dongkol.
“Huehehe…Nga tau Bang, Lagian yang begituan ditanyain.”Jawab Penjaga Kios dengan santai.
………… Bersambung Choy ………………
& Komentar »
Tinggalkan komentar
-
Terkini
- Impor Rahmat VS Impor Radikalisme
- GAMBAR PENAMPAKAN WASHInya DAJJAL
- ADA APA DENGAN NAMRU-2
- MARHABAN YA RASULULLAH
- NASABNYA RUSAK
- ASTRONAUT WAHABI
- NABI ADAM TURUN LAGI KE BUMI
- AYAM HADROMUT
- TUHAN ADA DIMANA ?
- Me, My Self, Si M.U.I Dan Si M.U.S.I (Bag.2-Ketemu Thohir)
- Me, My Self, Si M.U.I Dan Si M.U.S.I
-
Taut
-
Arsip
- Maret 2009 (1)
- Oktober 2008 (1)
- April 2008 (2)
- Maret 2008 (1)
- Desember 2007 (2)
- November 2007 (4)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
Emang yang ngisi orang bego yang bangga dengan ketololannya
_________________________________________________
HUEHEHEHE……BIASANYA orang yang MORRON (kalo nga tau MORON, MORON= I.Q dibawah IDIOT) yang bisa mengatakan orang lain BEGO
HUEHEHE….MALING TRIAK MALING….TOLOL NGA PAPA..yang penting nga MORON kaya NT mas Rusdy….
bos
mana ne lanjutannyaaaa kok belom diupdate
ane baru baca ne blog, lucu juga.. wakakaka